Pocong di Rumah Hasil Lelang

Aku baru saja membeli sebuah rumah dipelelangan salah satu bank milik negara, harganya murah, rumahnyapun cukup bagus, tapi kerena mungkin sudah bertahun tidak dihuni, ada beberapa bagian yg harus direnovasi.

Sy tinggal disitu bersama, istri dan anak sy yg baru berusia 2 tahun, tiba di hari pertama sy menempati rumah itu, tidak ada yg kejadian aneh sih, cuma wktu itu anak sy rewel, terus menerus minta “Pulang..pulang”, ke rumah lama (kontrakan sebelum sy tinggal disini).

Ah biasa, pikirku, mungkin emang belum terbiasa aja, haripun berlalu, seminggu sudah sy tinggal disitu, mulai timbul keanehan2, seperti bau bangkai disetiap menjelang magrib dan hilang setelah adzan isya, awalnya sy pikir itu bangkai tikus atau apalah***

Tapi setiap sy cari, selalu tidak ada, dan sumbernyapun berpindah-pindah, kadang dari ruang tamu, kamar, dan kamar mandi, tapi waktu itu sy tdk mau berfikir macam2, sy pun mencoba untuk tidak memperdulikannya.

Pernah di suatu hari sepulang kerja, anak saya ngomong “Pak mau ono momok bobok kamar”(ada hantu dikamar) dengan logat cadelnya, “bobok’e guling2” (boboknya guling2) sambil dia memperagakannya didepan ruang TV, itu kejadiannya siang menurut anakku**

Sambil menunjuk arah kamar itu, jd dirumah ini ada dua kamar, satu untuk tidur kami, satu lagi untuk ruang menyetrika, anakku menunjuk ke arah kamar yg untuk setrika tadi, sy pun cuma bisa bilang “ooooh.. Rapopo” sambil agak merinding juga sih.

Saat sy akan mandi, dengan penasaran saya masuk kekamar itu, dan tau apa yg saya temukan??, saya mendapati ada tanah-tanah basah di atas kasur lantai di kamar itu, saya mencoba memegangnya, dan memang benar, itu tanah basah..

tiba2 juga tercium bau bangkai, namun sebentar, trs hilang, sy memutuskan untuk langsung membersihkannya, tanpa memberitahu istri.. Setelah itu Sayapun bergegas mandi..terus terang setelah kejadian itu, saya menjadi kepikiran, ada apa ini ?

Karena itu, saya mencoba mengadu ke ayah sy, setelah sy bercerita panjang lebar ayahku cuma berkata “wes tak kandani to, ojo dituku omah kui”(sudah kubilang, jangan dibeli rumah itu), memang dari awal ayahku tidak setuju kalo aku beli rumah ini, tapi memang akunya yg ngeyel**

dan mumpung ada kesempatan, namanya orang hidup pasti ingin punya rumah sendiri, tapi sekarang sudah terlanjur, ayahkupun menyarankan untuk mengadakan yasin & tahlil dirumah itu, diadakanlah prosesi itu, mengundan tetangga sekitaran rumah.

Bersyukurnya para tetangga cukup baik & antusias, ramai sekali, dari ruang tamu sampai teras depan terisi penuh, mungkin sampai hampir tidak cukup makanan yg harus kami hidangkan, tak lupa para ibu2 pun juga membantu istri sy di dapur.

Singkat cerita doapun selesai, para tetangga mulai ngobrol sembari menikmati hidangan, “Mugi-mugi krasan wonten mriki njih mas” (semoga betah ya mas tinggal disini) Kata pak RT mewakili para warga, selang mungkin 1/2 jam, satu per satu warga berpamitan pulang.

Tinggalah 3 orang, Saya,Pak RT dan Pak kaum (ustad), kita pun asyik ngobrol kemana-mana, dan sy pun terifikir untuk bertanya pada mereka tentang rumah ini, dengan agak ragu sypun bertanya kepada mereka, khusunya pak kaum, tentang Kenapa & ada apa dirumah ini.

Sypun menceritakan beberapa keanehan yg sy alami,Dan terjadilah percakapan panjang antara kita bertiga, dan akan sangat kusut,bila sy tulis detilnya disini, jadi inti dari pembicaraan itu akhirnya hanya berupa nasihat agar sy lebih giat beribadah dan menguatkan iman.

Sy sebenarnya tahu kalo mereka seperti menutup2i tentang bagaimana rumah ini, tapi sy juga tidak bisa memaksa,malampun semakin larut, Pak kaum & pak RT pun pamit pulang, singkat cerita setelah beberes saya beranjak untuk tidur, malam itu pun berlalu dengan tenang.

Bag.1
“LUNGO SEKO KENE!!!(pergi dari sini!!)

Sudah hampir 3bln sy dirumah ini, gangguannya masih sama, yaitu bau bangkai yg berpindah-pindah, lama2 seperti terbiasa, yg penting anak & istri tidak mengeluh, tapi semua berubah sejak ada teman sy yg datang kerumah.

Sebut saja “Joni”, menurut pengakuannya sih dia “bisa lihat hal2 gituan” atau indigo lah kalo jaman sekarang, percaya gak percaya sih, karena jujur saja, sy tak begitu “sreg” dgn orang ini, selain krn perangainya yg sombong, dimanapun tempatnya obrolannya selalu tentang klenik**

Singkat cerita, datanglah si joni kerumah, ngobrol basa-basi lah, dan sampai lah pada obrolan kalo dirumah sy ini banyak penunggungnya, sy iyain aja, trus dia juga menawarkan diri untuk mengusir hantu2 disini.. Wah kebetulan sekali..

Walaupun dlm hati sy masih kurang percaya dengan kemampuanya, diapun minta sejumput garam, dan mulailah prosesi gerakan2 ala dukun sambil menaburi garam di setiap sudut2 ruangan…”wes tak kon lungo kabeh, omahmu wes resik”***

**(sudah saya usir semua, rumahmu sudah bersih), sambil menggenggam kain hitam, semoga saja beneran,batinku, singkat cerita, jonipun pulang dan malampun tiba,

malam ini terasa aneh, perasaan sy gusar tak tau sebabnya.. Hawanya panas, sampai sy memilih tidur di ruang tamu..

Waktu itu tengah malam, saat sy mulai tertidur, ada suara yg membuatku terjaga lagi “Cring..cring..cring” seperti suara krincingan, suaranya dari teras rumah, karena penasaran, sy coba mengintip dari tirai, “Cring..cring..cring” suara itu masih ada, sy tengok kanan kiri..

Perlahan suara itu hilang,tapi ketika sy berpaling, “crriiiiiingggg….cringgg” suara itu ada lagi dan sangat keras, suaranya tak lagi dari depan rumah, tapi didalam rumah…”krinnncingggggg!!!!!”***

Dan ada sesuatu jatuh tepat dedepanku.. “sosok pocong, kainnya lusuh, mukanya tertutup rapat kecuali mulutnya, dengan suara yg berat, sosok itu berkata “LUNGO DEE SEKO KENE!!! (Pergi kamu dari sini!!

Seketika semuanya gelap, dan aku terbangun keesokan harinya di tempat yg sama dmn sy melihat sosok itu, hari itu sy demam tinggi.. Tapi sy tidak berani bercerita ke istri saya.. & mulai dari sini.. Kejadian demi kejadian menakutkan kerap sy alami dirumah ini .#pocongrumahlelang

Bag.2 “TAHAJUD”

Apa yg dikatakan joni kalo penunggunya sudah diusir semua itu berarti tidak benar ya, justru dengan kedatangan joni, suasana rumah malah tidak baik, gangguan yg dulu cuma berupa bau-bauan skrg mulai menjadi penampakan..

Tapi hikmah dari kejadian malam itu, sy menjadi lebih giat beribadah sebisa mungkin, sholat 5 waktu dan tahajud, dan itu cukup manjur dalam beberapa bulan ke depan, gangguan sudah tidak ada, ini sudah berakhir batin saya..

Hampir minimal 4x dlm seminggu sy tahajud, rasa takut dirumah mulai berangsur2 hilang, sy pikir dengan giat beribadah mungkin semua sudah berakhir, sy mulai takabur dalam hati, tapi ternyata semua belum berhenti..

Suatu malam, sy bangun sekira jam 3 dini hari, dengan percaya diri sy pergi ke kamar mandi untuk mengambil wudhu, tidak ada perasaan apa2 waktu itu, sampai ketika saya mulai berwudhu, dan membasuh muka, seperti tercium bau bangkai, menyengat cepat trs hilang..

Sy sempat berhenti sejenak, tapi setelah bau itu hilang sy berfikir, ah itu cuma perasaan saya saja, sy pun berjalan menuju tempat sholat, sy kasih sedikit gambaran, jadi kiblat di tempat sholat di kamar itu kebetulan menghadap pintu dan jendela.

Sypun mulai sholat tahajud, di rakaat pertama, awalnya biasa saja, tapi saat sujud, sy mulai tidak khusyuk, bau bangkai itu tercium lagi, sangat menyengat, dan entah knp sy merasa ada yg mengamati dari jendela depan, mulai takut ..tapi sy tetap mencoba melanjutkan..

Di rakaat ke 2 sy sudah tidak berani lagi melihat ke depan, karena memang sepertinya benar ada sosok yg berdiri di balik jendela itu..dan ketika saya membaca surat pendek setelah alfatihah, sy mendengar jelas ada yg menirukan doa saya dengan suara berbisik..

..qul huwallahu ahad..qul huwallahu ahad..qul huwallahu ahad..qul huwallahu ahad..qul huwallahu ahad..dengan nada seperti mengejek.. Disitu sy sudah tidak karuan, berdiri terpaku tidak bisa bergerak, lidahpun seperti kelu, tak mampu berkata2.. Jelas ini suara dari**

Sosok didepanku, dan entah apa yg sy lakukan, sy malah melihat ke arah depan, dan memang benar disitu ada sosok pocong, sosok itu terus mengucapkan kata “qul huwallahu ahad…..qul huwallahu ahad..qul huwallahu ahad, sambil menggerakkan kepalanya..

Suaranya semakin jelas, dan berteriak , qul huwallahu ahad
..qul huwallahu ahad…qul huwallahu ahad dengan kepalanya yg bergoyang2.. Seperti mengejek..

Entah berapa lama itu, akhirnya Saya merobohkan diri, sambil menutup mata… Dlm hati sy berdoa sebisanya, dan suara maupun sosok itu perlahan hilang setelah terdengar adzan subuh.. #Pocongrumahlelang

Bag 3

Nara 👧: Mbk yanti (istri pak harto)
#pocongrumahlelang

Sebenarnya dari awal kami menempati rumah ini, aku sudah di mengalami hal2 tidak wajar sih, cuma aku tidak cerita aja sama suami, takut bikin dia kecewa, karena beli rumah itu juga gak mudah…

Seperti dimalam pertama aku tidur di rumah ini, aku bermimpi didatangi sosok pocong, sebenernya aku jg masih bingung sih, karena itu terlalu nyata untuk sebuah mimpi, sampai aku memutuskan itu bukan mimpi biasa.. Jadi gini ceritanya..

Malam itu kami lelah tentunya, baru saja pindahan, barang2pun masih belum tertata dengan rapi, setelah menidurkan si kecil, kami lanjut menata barang2, sampai agak malam, dan sekira jam 11an, kami berdua mencium bau bangkai, sangat bau, aku kira sih bangkai tikus ya..

Karena sangat menggagu, aku dan suami mencoba untuk mencarinya, kami mencari kemana-mana, ke semua sudut ruangan tetap tidak ketemu, sampai akhirnya bau itu hilang dengan sendirinya, ah sudahlah kami pun tidak berfikir yg macam-macam wktu itu..

Karena lelah kamipun memutuskan untuk tidur, nah dlm tidurku aku bermimpi, ada sosok wanita tua yg sedang mendekati anakku, wajahnya seram, rambut kusut, matanya tajam.. Dia mengelus2 kepala anakku, dlm mimpi itu anakku takut dan menangis***

Tiba2 saja sosok wanita tua itu mengeluarkan sebuah “arit”/ sabit, seperti hendak melukai anakku, akupun spontan meraih anakku dan berlari menjauh, dlm mimpi itu kakiku terasa berat sekali untuk lari, pokoknya sembari aku menjauh, sesekali aku menengok ke belakang..***

Dan dengan aneh, sosok wanita tua itu perlahan berubah menjadi pocong, dan terus mengejarku, tiba2 saja disitu ada suamiku dan meraih anakku, tapi pocong itu masih terus mengejar, sampai akhirnya aku terjatuh, dan pocong itu menindih dadaku..

Wujudnya dipenuhi tanah2 yg menempel, wajahnya tertutup kain, hanya mulutnya yg terlihat, dia tertawa-tawa sambil menggeliat seperti berjoget diatas dadaku, sangat mengerikan, sampai aku sulit bernafas***

Dan saat aku terbangun, ternyata memang benar pocong itu berdiri diatas dadaku, kepalanya menghadap kebawah, menggeliat sampai tanah yg menempel di kain-kainnya berjatuhan diwajahku.., aku mencoba berteriak tapi tidak bisa.. Aku bedoa sebisanya dalam hati..

Dan akupun terbangun, dan melihat anakku yg tadinya tidur ditengah kita berdua, sekarang sudah duduk dilantai dan menangis, “aku mimpi di dalam mimpi” sangat aneh sekali, terasa sangat nyata, ini sangat nyata,,, ini bukan mimpi biasa #Pocongrumahlelang

Bag.4

Sejak kejadian itu aku memutuskan untuk tidak bercerita kepada suamiku, walaupun sebenarnya aku, tidak akan betah tinggal dirumah ini, tapi disisi lain aku tak ingin mengecewakan dia, karena kami juga sudah terlanjur mngeluarkan uang***

Yg tidak sedikit untuk membeli rumah ini, dan benar saja aku akan melewati hari-hari yg tidak wajar di tempat ini… Yg paling sering terjadi adalah, adanya ceceran tanah-tanah basah dilantai.. Panjang.. Bahkan kalau di urutkan..***

bisa dari teras depan sampai pekarangan belakang dan selalu berhenti di dekat sumur yg sudah tidak terpakai dibelakang rumah.. Saya sapu saja.. Ceceran tanah itu entah dari mana asalnya.. Pernah juga ada kejadian aneh di siang hari***

Jadi waktu itu suamiku masih kerja, jadi aku dirumah berdua dengan anakku, waktu itu aku lagi masak didapur, anakku main-main didekat saya, dan entah gimana aku agak lupa, tiba2 anakku hilang.. Awalnya cuma kupanggil2, tapi kok gak nyaut, aku mulai nyari2***

Dari depan, kamar2 kok ngga ada, sambil aku panggil2, disitu aku mulai panik, aku keluar rumah mencari di jalan depan rumah juga gak ada, akupun ke belakang lagi, aku matikan kompor, dan aku mendengar suara berisik di pekarangan belakang rumah***

Setelah ku lihat anakku ada disitu lagi main2 tanah, yg aneh disini adalah, pintu menuju pekarangan itu tertutup rapat, dan anakku yg masih kecil tentu tidak bisa meraihnya gagang pintu itu, dan kalaupun bisa tentunya aku bisa dengar dong, suara pintu itu**/

Toh posisi pintu itu juga dekat dapur, dan keanehan ke 2, jalan antara pekarangan menuju sumur itu, ada gap berupa rerumputan yg seperti tumbuhan putri malu yg berduri dan ilalang yg bahkan tingginya hampir sama dengan anakku..bagaimana anakku bisa berada di situ?

Saking takutnya sejak saat itu, kalo suamiku belum pulang, aku gak berani dirumah, aku lebih memilih main ke tempat tetangga atau pulang kerumah mertua, baru sorenya suamiku jemput aku dan anakku #pocongrumahlelang

Kebiasaan itu bertahan sangat lama, sampai2 rumah itu cuma hanya tempat untuk tidur saja, jarang sekali aku melakukan keseharian disana kalau suamiku belum pulang..tapi mau sampai kapan seperti itu terus pikirku..

Sampai suatu malam,
Waktu itu hujan deras, kami sedang menonton TV berdua, anakku sudah tidur, tiba2 tercium lagi bau bangkai bercampur anyir.. Kami berdua saling menatap, menengok kanan kiri, kebelakang… Dan tepat dibelakang tikar yg kami duduki***

Ada ceceran tanah lagi, suamiku berdiri, akupun meraih tangannya kita berdua berjalan mengikuti ceceran tanah itu tadi, dan setelah diikuti ceceran tanah itu berhenti di pintu menuju pekarangan belakang, kitapun juga berhenti dan saling menatap..dengan satu tangan suamiku**/

Yg memegang gagang pintu itu, dengan tiba2 dan tanpa aba2, suamiku membuka pintu itu, tiupan angin dan suara hujan terdengar keras, dan apa yg kita lihat? Ada sosok pocong yg tengah duduk di sumur itu, sembari menggoyangkan kakinya.. Kami terpaku tidak bisa bergerak..

Dan sosok itu berkata “OPO DEE”!!!!!!(APA KAMU)) suaranya bersamaan dengan derasnya hujan.. Tapi terdengar sangat jelas, sontak kami yg kaget langsung membanting pintu, aku diseret berlari menuju kamar, disitu aku menangis, bingung, takut campur aduk rasanya..

Kita berdua meringkuk ketakutan, dikamar, sampai hujan reda, sekira jam 1/2 malam, kami berkemas, membangunkan sikecil, dan pergi ke rumah mertua malam itu juga, sejak kejadian itu kami jadi saling terbuka, ternyata kita berdua sama2 diganggu oleh pocong itu..

Kamipun bercerita kepada orang tua suami, yg ternyata mereka juga sudah tau, karena suamiku pernah bercerita lebih dulu, aku dan suami juga sempat ingin menjual lagi rumah itu, tapi tidak boleh sama bapak mertua, katanya kalo kita menjual rumah iti, berarti kita yg kalah dong**

Dan kita tidak boleh kalah, akhirnya, aku, suami dan bapak mertua mencari solusi atas apa yg terjadi, dan atas saran dari bapak mertua, kita mendatangi salah satu kyai yg namanya cukup besar di temanggung, kala itu,

Singkat cerita ,datanglah kita (pak kyai, bapak mertua, aku dan suami) kerumah, bersama beberapa santrinya, disitu kita mengadakan doa-doa.. Dan aku merasakan sendiri, saat prosesi doa,bau bangkai itu tercium lagi, berkutat mengelilingi kami,setelah itu tiba2 ada suara ****

Ledakan “DUAAARR” dan baupun hilang, beberapa saat setelah itu, doapun selesai, pak kyai meminta para santrinya untuk pulang duluan, tinggalah kita berempat, ternyata pak kyai ingin menunjukkan sesuatu, dia meminta sebuah linggis dan mengajak kita semua berjalan***

Menuju sumur itu, tepat didepan, beliau menyuruh kita menjadi saksi, beliaupun menyuruh suamiku untuk menghancurkan lantai semen di depan sumur itu, dan apa yg kita semua temukan dibalik lantai itu? Sebuah boneka berbentuk pocong, seukuran jengkal orang dewasa..

Dan setelah dibuka berisi gumpalan rambut yg panjang dan sebagian memutih, setelah itu barang itupun langsung dibakar oleh pak kyai, dan menurut pandangan spiritual beliau, boneka itu sengaja diletakkan oleh pemilik pertama rumah ini..

Mungkin sakit hati karena rumahnya disita oleh bank, dan berharap agar tak ada yg bisa betah tinggal dirumah ini, allhamdulilah setelah itu, kami kembali lagi tinggal dirumah itu, sudah tidak ada lagi gangguan, sedikitpun tidak ada..***

Kami pun tinggal dirumah itu bertahun-tahun kedepan, tapi sayang di tahun 2001, karna alasan pekerjaan suamiku, kami harus pindah,dan rumah itu terjual 5 tahun kemudian di tahun 2006.


@AgilRSapoetra

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Admin IRC
Written by
Admin IRC
Join the discussion